Jumat, 09 Desember 2016

Tanda-Tanda Akhir Zaman

Pengertian Akhir Zaman


Dalam Bahasa Indonesia, Kata "Akhir" mempunyai arti belakang; yang belakang sekali; kemudian; kesudahan; penghabisan. Sedangkan kata "Zaman" berarti jangka waktu yang panjang atau pendek yang menandai sesuatu; masa; kala; waktu.

Jadi secara ringkas, "Akhir Zaman" berarti penghabisan zaman. Atau bisa dimaknai zaman sebelum Kiamat terjadi.

Beberapa Tanda Akhir Zaman Secara Ringkas

Agama sudah tidak menjadi pedoman
  1. Islam hanya namanya saja. [hdts1]
  2. Ajaran Rasulullah saw ditinggalkan [qrn 081:001]
  3. Alquran tinggal tulisannya saja. [hdts1]
  4. Masjid dibangun megah, akan tetapi jauh dari petunjuk Allah. [hdts1]
  5. Ulama-ulama kehilangan pengaruh [qrn 081:002]
  6. Ilmu agama atau makrifat ilahi menghilang [hdts5]

Kedustaan dan Fitnah merebak
  1. Ulama menjadi penebar fitnah. Dan fitnah itu akan mengenai mereka sendiri [hdts1] [qrn 081:002]
  2. Kedustaan merebak dimana-mana [hdts2]
  3. Orang jujur ditinggalkan; pengkhianat dimuliakan [hdts2]
  4. Para pendusta muncul, mengaku utusan Allah [hdts5]

Amal Baik Kurang Diminati
  1. Kebaikan yang kecil mendapatkan balasan besar karena keburukan sudah merajalela [qrn 081:013]
  2. Amal baik akan berkurang [hdts4]


Akhlak Buruk Dilakukan Kebanyakan manusia
  1. Manusia menjadi kikir [hdts4]
  2. Fitnah merebak dimana-mana [hdts5]
  3. Keputusasaan meningkat sehingga seseorang menginginkan kematian [hdts5]
  4. Orang arab yang berbahasa arab menyeru ajaran keburukan (yang bukan pedoman Islam) sehingga menjerumuskan orang ke dalam Jahannam [hdts6]
  5. Kepentingan/Urusan umum diamanatkan kepada yang bukan ahlinya [hdts2]
  6. Terjadi monopoli oleh penguasa [hdts3]
  7. Wanita berpakaian, tetapi seperti tidak berpakaian [hdts10]
  8. Wanita sudah hilang keimanannya dan rasa malunya; mudah dirayu dan suka merayu [hdts10]

Kerusakan Global/Dunia Terjadi
  1. Muncul banyak penderitaan [hdts4]
  2. Banyak terjadi guncangan atau gempa [hdts5] atau banyak terjadi bencana karena akhlak manusia yang buruk [qrn 081:014]
  3. Peperangan dahsyat secara besar-besaran (mendunia) terjadi [qrn 081:012]

Banyak Terjadi Pembunuhan
  1. Syiar kebencian, seperti "bunuh! bunuh!" merebak dimana-mana [hdts4]
  2. Dua golongan besar yang satu visi terlibat dalam ajang saling bunuh secara besar-besaran [hdts5]

Keduniawian Meningkat
  1. Harta benda melimpah [hdts5] sehingga orang-orang enggan menerima zakat [hdts11] 
  2. Berlomba-lomba membangun bangunan tinggi (gedung-gedung pencakar langit) [hdts5]
  3. Gunung-gunung akan digali dan dibuat terowongan sebagai jalan tembus [qrn 081:003]
  4. Unta-unta ditinggalkan sebagai sarana transportasi utama; digantikan dengan kendaraan-kendaraan modern [qrn 081:004]
  5. Binatang-binatang liar dikumpulkan dalam kebun binatang [qrn 081:005]
  6. Sungai-sungai disalurkan; membuat terusan [qrn 081:006] di daerah arab banyak sungai-sungai yang mengalir  [hdts11]
  7. Komunikasi antar manusia menjadi begitu canggih sehingga mudah untuk saling bertemu atau ditemukan [qrn 081:007]
  8. Penyebaran buku-buku dan literatur maju dengan pesat [qrn 081:010]
  9. Ilmu Astronomi (perbintangan) maju pesat [qrn 081:011]
  10. Waktu terasa cepat karena kesibukan manusia juga meningkat [hdts4]
  11. Kemakmuran di arab meningkat, sehingga gurun-gurun banyak yang menjadi padang rumput hijau [hdts11]

Tanda-Tanda Lain yang Penting
  1. Mengubur anak hidup-hidup dianggap kejahatan besar [qrn 081:008]
  2. Matahari terbit dari Barat [hdts5]
  3. Terjadi Gerhana Matahari dan Bulan dalam satu bulan (Ramadhan) [qrn 081:001]
  4. Munculnya Dajjal [hdts7]
  5. Munculnya Ya'juj dan Ma'juj [hdts9]
  6. Munculnya Nabi Isa a.s. Akhir Zaman [hdts8]
  7. Munculnya Imam Mahdi [referensi]

Beberapa Tanda Akhir Zaman menurut Alquran


إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ (التكوير: ١)ـ

Artinya: "Apabila matahari digulung,"

Tafsir: perubahan-perubahan besar yang telah terjadi di alam dunia kebendaan dan di alam kehidupan manusia semenjak zaman Rasulullah saw., khususnya pada masa kita ini. Ayat ini akan berarti. Bila kegelapan ruhani akan meliputi seluruh dunia – ketika cahaya Matahari Ruhani (Rasulullah saw.) menjadi suram atau hilang sirna.

Atau, ayat ini dapat juga menunjuk kepada gerhana-gerhana matahari dan bulan yang menurut sebuah hadist termasyur, akan terjadi di masa Imam Mahdi kelak di dalam bulan Ramadhan; suatu gejala, yang dunia tidak pernah menyaksikan sebelumnya (Daaru-Quthni hlm. 188). Gerhana-gerhana matahari dan bulan tersebut telah terjadi pada tahun 1894, tepat seperti yang telah dinubuatkan.

وَإِذَا النُّجُومُ انْكَدَرَتْ (التكوير: ٢)ـ

Artinya: "Dan apabila bintang-bintang menjadi suram"

Tafsir: An-nujuum  (bintang-bintang) berarti para ulama. Dalam satu hadits, dikatakan bahwa "sahabat-sahabatku bagaikan bintang-gemintang". Maka, ayat itu dapat berarti Ketika para pemimpin agama akan menjadi rusak dan kehilangan segala pengaruhnya.

Isyarat ini dapat pula ditujukan kepada jatuhnya bintang-bintang dalam jumlah luar biasa besarnya, sehingga seorang mushlih rabbani (pembaharu) datang untuk memperbarui zaman.

وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ (التكوير: ٣)ـ

Artinya: "Dan apabila gunung-gunung dijalankan"

Tafsir: Ketika gunung-gunung akan dihancurkan dengan dinamit dan jalan-jalan akan dibuat menembus gunung-gunung; atau secara kiasan, ketika kekuasaan pada penguasa akan terkikis, kata jabal berarti pula, kepala suatu kaum.
وَإِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ (التكوير: ٤)ـ

Artinya: "Dan apabila unta-unta bunting sepuluh bulan ditinggalkan"

Tafsir: ‘Isyaar  itu jamak dari ‘usyara’ , yang berarti, seekor unta betina bunting sepuluh bulan. Kata ‘isyaar  dikenakan kepada unta-unta betina, ketika sebagian telah beranak dan sebagian lain diharapkan segera akan beranak.

Ayat ini berarti, apabila unta-unta betina tidak akan dianggap penting lagi, bahkan di negeri Arab sekalipun. Isyarat ini agaknya tertuju kepada keadaan dimana unta akan digantikan fungsinya oleh sarana-sarana pengangkutan yang lebih baik dan lebih cepat pula, seperti kereta api, mobil, kapal terbang, dan lain-lain.

Dalam sebuah hadist Rasulullah saw. pun terdapat isyarat jelas mengenai unta yang akan digantikan oleh sarana-sarana pengangkutan lain itu. Hadist itu berbunyi sebagai berikut, “Unta akan ditinggalkan, dan tidak akan dipergunakan lagi guna bepergian dari suatu tempat ke tampat lain” (Muslim).

وَإِذَا الْوُحُوشُ حُشِرَتْ (التكوير: ٥)ـ

Artinya: "Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan"

Tafsir: Mengingat berbagai arti akar kata husyiro yang berbeda-beda, maka ayat ini mengadung arti: ketika binatang-binatang akan dikumpulkan di kebun-kebun binatang,

atau ketika bangsa-bangsa terbelakang akan disuruh tinggal di dalam kelompok-kelompok masyarakat yang bertata tertib;

atau, ketika mereka akan dipaksa meninggalkan kampung halaman mereka.

وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ (التكوير: ٦)ـ

Artinya: "Dan apabila sungai-sungai disalurkan,"

Tafsir: Ayat ini berarti ; ketika sungai-sungai akan disalurkan untuk keperluan irigasi atau tujuan-tujuan lain;

atau, ketika di dalam pertempuran-pertempuran laut kapal-kapal besar akan dibakar, sehingga akan nampak seolah-olah laut dimakan api;

atau samudera-samudera raya akan dihubungkan melalui terusan-terusan;

atau, ketika penduduk daerah akan mengalir ke kota-kota, sehingga penuh sesak dengan penduduk melimpah. Kata sujjira, mengandung semua arti tersebut.

وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ (التكوير: ٧)ـ

Artinya: "Dan apabila bermacam-macam manusia dikumpulkan,"

Tafsir: Ketika sarana-sarana pengangkutan dan komunikasi akan berkembang pesat demikian rupa, serta hubungan antar bangsa yang mendiami negeri-negeri jauh akan menjadi demikian mudah dan lancar sehingga membuat mereka bersatu menjadi satu bangsa. Ayat ini mengandung pula arti bahwa orang-orang yang mempunyai pandangan-pandangan sama mengenai kemasyarakatan atau politik akan menggabungkan diri dalam wadah partai-partai.



وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ * بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ * ـ (التكوير: ٨-٩)ـ

Artinya: "Dan apabila bayi perempuan dikubur hidup-hidup akan ditanya, 'Karena dosa apa, ia dibunuh ?'"

Tafsir: Penguburan atau pembakaran hidup-hidup bayi-bayi perempuan akan dianggap sebagai kejahatan besar.

وَإِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ (التكوير: ١٠)ـ

Artinya: "Dan apabila buku-buku akan disebar-luaskan"

Tafsir: Isyarat ini nampaknya ditujukan kepada penyebarluasan surat-surat kabar, majalah-majalah, dan juga buku-buku, juga ditujukan kepada sistem perpustakaan dan taman-taman bacaan serta tempat-tempat dan sarana-sarana lainnya serupa itu untuk penyiaran ilmu pengetahuan pada akhir zaman.

Penerbitan melalui internet seperti sekarang ini menunjukan bahwa buku-buku tidak hanya bisa disebarkan secara fisik saja. Akan tetapi bisa disebarkan secara online. Ini pun memperkuat terhadap penyempurnan ayat ini.

وَإِذَا السَّمَاءُ كُشِطَتْ (التكوير: ١١)ـ

Artinya: "Dan apabila langit dibuka"

Tafsir: Ayat ini dapat menunjuk kepada kemajuan amat pesat yang akan dicapai oleh ilmu falak di akhir zaman. Kemajuan ilmu pengetahuan dalam bidang ini, telah maju dengan sangat pesat.


وَإِذَا الْجَحِيمُ سُعِّرَتْ (التكوير: ١٢)ـ

Artinya: "Dan apabila neraka dinyalakan"

Tafsir: Oleh sebab perilaku manusia bergelimang dosa dan tidak adil maka kemurkaan Tuhan akan bangkit dan suatu neraka akan dilepaskan di dunia berupa peperangan yang membinasakan.


وَإِذَا الْجَنَّةُ أُزْلِفَتْ (التكوير: ١٣)ـ

Artinya: "Dan apabila surga di dekatkan"

Tafsir: Oleh karena akhir zaman kejahatan akan merajalela dan manusia akan membiarkan dirinya terombang-ambing oleh kedurhakaan dan oleh penyembahan kekayaan sehingga perbuatan baik sekecil-kecil pun akan membuat manusia layak menerima imbalan besar, serta akan menariknya lebih dekat ke surga.

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا أَحْضَرَتْ (التكوير: ١٤)ـ

Artinya: "Akan mengetahui setiap jiwa apa yang ia hadirkan"

Tafsir: Takdir khas Tuhan akan berlaku dan hukuman terhadap perbuatan durjana manusia akan mengambil bentuk bencana-bencana alam yang tersebar luas.


Tanda-Tanda Akhir Zaman menurut Hadits


Hadits #1


يوشَكُ أن يأتيَ على النَّاسِ زمانٌ لا يبقَى من الإسلامِ إلَّا اسمُه ولا يبقَى من القرآنِ إلَّا رسمُه مساجدُهم عامرةٌ وهي خرابٌ من الهُدَى علماؤُهم أشرُّ مَن تحتَ أديمِ السَّماءِ من عندهم تخرُجُ الفتنةُ وفيهم تعودُ
الراوي : علي بن أبي طالب | المحدث : البيهقي | المصدر : شعب الإيمان
الصفحة أو الرقم: 2/788 | خلاصة حكم المحدث : منقطع

Dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah saw bersabda:
“Akan datang suatu zaman di mana tidak tersisa dari Islam, kecuali namanya saja, tidak tersisa dari Alquran kecuali tulisannya saja, masjid-masjid mereka megah, tetapi rusak (jauh) dari petunjuk Allah, ulama-ulama mereka menjadi manusia-manusia paling jahat yang hidup di bawah kolong langit, dari mulut mereka ke luar fitnah dan akan kembali kepada mereka.”
(H.R. Baihaqi)


Hadits #2

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ، عَنِ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ‏ "‏ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ ‏"‏ ‏.‏
روه إبن ماجه, كتاب الفتن, باب شِدَّةِ الزَّمَانِ ‏‏, حديث رقم: ٤٠٣٦

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Qudamah Al Jumahi dari Ishaq bin Abu Furat dari Al Maqburi dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidlah turut bicara.” 
Lalu beliau ditanya, “Apakah Ruwaibidlah itu?” beliau menjawab: 
“Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum.” 
(H.R. Ibnu Majah, Kitabul-Fitaan, Baab Syiddatiz-Zamaan, No. Hadits 4036)

Hadits #3


حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ وَهْبٍ، سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ، قَالَ قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ بَعْدِي أَثَرَةً وَأُمُورًا تُنْكِرُونَهَا‏"‏‏.‏ قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ ‏"‏ أَدُّوا إِلَيْهِمْ حَقَّهُمْ وَسَلُوا اللَّهَ حَقَّكُمْ ‏"‏‏.‏ 
وَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدٍ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اصْبِرُوا حَتَّى تَلْقَوْنِي عَلَى الْحَوْضِ».ـ
روه البخاري, كتاب الفتن, باب قَوْلِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ سَتَرَوْنَ بَعْدِي أُمُورًا تُنْكِرُونَهَا ‏"‏

Artinya: Aku mendengar Abdullah berkata, Rasulullah (saw) bersabda kepada kami,
"Anda akan melihat setelahku, monopoli (oleh penguasa) dan hal-hal yang kamu anggap tidak benar."
Mereka bertanya, "Apa perintah engkau kepada kami (dalam keadaan itu), wahai Rasulullah (saw)?" beliau bersabda, 
"Berikan hak-hak mereka kepada (para penguasa) dan mintalah hak kalian kepada Allah." 
Dan Abdullah ibnu Zaid berkata, Nabi s.a.w. bersabda,
"Bersabarlah hingga kalian bertemu denganku di telaga (kautsar di surga)
(H.R. Bukhari, Kitaabul-Fitan, Baab Qowlinnabi s.a.w. Satarowna ba'da Umuuron Tunkiruunahaa)

Hadits #4


حَدَّثَنَا عَيَّاشُ بْنُ الْوَلِيدِ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ الأَعْلَى، حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ، وَيَنْقُصُ الْعَمَلُ، وَيُلْقَى الشُّحُّ، وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ، وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ ‏"‏‏.‏ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّمَ هُوَ‏.‏ قَالَ ‏"‏ الْقَتْلُ الْقَتْلُ ‏"‏‏.‏ وَقَالَ شُعَيْبٌ وَيُونُسُ وَاللَّيْثُ وَابْنُ أَخِي الزُّهْرِيِّ عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم‏.‏
روه البخاري, كتاب الفتن, باب ظُهُورِ الْفِتَنِ‏

Artinya: Dari Abi Hurairah r.a. Nabi s.a.w bersabda,
"Waktu akan berlalu dengan cepat, perbuatan (baik) akan berkurang, kikir akan ada (dalam hati orang-orang), muncul (banyak) penderitaan dan akan ada banyak Al-Harj." 
Mereka berkata, "Wahai Rasulullah! Apa itu Al-Harj? "Dia berkata,
"Bunuh! Bunuh!"
(H.R. Bukhari, Kitaabul-Fitan, Baab Zhuhuuril-Fitaan)


Hadits #5


حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَقْتَتِلَ فِئَتَانِ عَظِيمَتَانِ، يَكُونُ بَيْنَهُمَا مَقْتَلَةٌ عَظِيمَةٌ، دَعْوَتُهُمَا وَاحِدَةٌ، وَحَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ، قَرِيبٌ مِنْ ثَلاَثِينَ، كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ، وَحَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ، وَتَكْثُرَ الزَّلاَزِلُ، وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ، وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ، وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ وَهْوَ الْقَتْلُ، وَحَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمُ الْمَالُ فَيَفِيضَ، حَتَّى يُهِمَّ رَبَّ الْمَالِ مَنْ يَقْبَلُ صَدَقَتَهُ، وَحَتَّى يَعْرِضَهُ فَيَقُولَ الَّذِي يَعْرِضُهُ عَلَيْهِ لاَ أَرَبَ لِي بِهِ‏.‏ وَحَتَّى يَتَطَاوَلَ النَّاسُ فِي الْبُنْيَانِ، وَحَتَّى يَمُرَّ الرَّجُلُ بِقَبْرِ الرَّجُلِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي مَكَانَهُ‏.‏ وَحَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا، فَإِذَا طَلَعَتْ وَرَآهَا النَّاسُ ـ يَعْنِي ـ آمَنُوا أَجْمَعُونَ، فَذَلِكَ حِينَ لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ، أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا، وَلَتَقُومَنَّ السَّاعَةُ وَقَدْ نَشَرَ الرَّجُلاَنِ ثَوْبَهُمَا بَيْنَهُمَا، فَلاَ يَتَبَايَعَانِهِ وَلاَ يَطْوِيَانِهِ، وَلَتَقُومَنَّ السَّاعَةُ وَقَدِ انْصَرَفَ الرَّجُلُ بِلَبَنِ لِقْحَتِهِ فَلاَ يَطْعَمُهُ، وَلَتَقُومَنَّ السَّاعَةُ وَهْوَ يُلِيطُ حَوْضَهُ فَلاَ يَسْقِي فِيهِ، وَلَتَقُومَنَّ السَّاعَةُ وَقَدْ رَفَعَ أُكْلَتَهُ إِلَى فِيهِ فَلاَ يَطْعَمُهَا ‏"‏‏.‏
روه البخاري, كتاب الفتن, باب ‏

Artinya: Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman] Telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] telah menceritakan kepada kami [Abu Az Zanad] dari ['Abdurrahman] dari [Abu Hurairah], bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga 
(01) Dua kelompok besar saling membunuh besar-besaran padahal ajakan keduanya satu, 
(02) hingga muncul para pendusta yang kurang lebihnya tiga puluh, kesemuanya mengaku ia utusan Allah, 
(03) hingga ilmu diangkat, 
(04) banyak keguncangan (gempa), 
(05) zaman terasa singkat, 
(06) fitnah muncul dimana-mana, 
(07) dan banyak alharaj, yaitu pembunuhan, 
(08) hingga ditengah-tengah kalian harta melimpah ruah dan berlebihan, sehingga pemilik harta mencari-cari orang yang mau menerima sedekahnya, sampai ia menawar-nawarkan sedekahnya, namun orang yang ditawari mengelak seraya mengatakan ' Aku tak butuh sedekahmu', 
(09) sehingga manusia berlomba-lomba meninggikan bangunan, 
(10) sehingga seseorang melewati kuburan seseorang dan mengatakan; 'Aduhai sekiranya aku menggantikannya', 
(11) hingga matahari terbit dari sebelah barat, padahal jika matahari telah terbit dari sebelah barat dan manusia melihatnya, mereka semua beriman, pada saat itulah sebagaimana ayat; 'Ketika itu tidak bermanfaat lagi bagi seseorang keimanannya, yang ia belum beriman sebelumnya atau belum mengerjakan kebaikan dengan keimanannya." (QS. Al an'am 158), 
(12) dan hari kiamat terjadi ketika dua orang telah menyerahkan kedua bajunya tetapi keduanya tidak jadi melakukan jual beli, keduanya tidak jadi melipatnya, 
(13) dan hari kiamat terjadi sedang seseorang telah pulang membawa susu sapinya tetapi tidak jadi ia meminumnya, 
(14) dan hari kiamat terjadi ketika seseorang memperbaiki kolam (tempat minum) nya tetapi dia tak jadi meminumnya, 
(15) dan hari kiamat terjadi sedang seseorang telah mengangkat suapannya tetapi dia tidak jadi menyantapnya."
(H.R. Bukhari, Kitaabul-Fitan, Hadith No. 7121)


Hadits #6



حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ جَابِرٍ، حَدَّثَنِي بُسْرُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ الْحَضْرَمِيُّ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا إِدْرِيسَ الْخَوْلاَنِيَّ، أَنَّهُ سَمِعَ حُذَيْفَةَ بْنَ الْيَمَانِ، يَقُولُ كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الْخَيْرِ، وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ، مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ، فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ ‏"‏ نَعَمْ ‏"‏‏.‏ قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ ‏"‏ نَعَمْ، وَفِيهِ دَخَنٌ ‏"‏‏.‏ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ ‏"‏ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْىٍ، تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ ‏"‏‏.‏ قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ ‏"‏ نَعَمْ، دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ، مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا ‏"‏‏.‏ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا‏.‏ قَالَ ‏"‏ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا، وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا ‏"‏‏.‏ قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ ‏"‏ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ ‏"‏‏.‏ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلاَ إِمَامٌ قَالَ ‏"‏ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا، وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ، حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ، وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ ‏"‏‏.‏
روه البخاري, كتاب الفتن, باب كَيْفَ الأَمْرُ إِذَا لَمْ تَكُنْ جَمَاعَةٌ ‏

Artinya: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Jabir] telah menceritakan kepadaku [Busr bin Ubaidullah Al Khadrami], ia mendengar [Abu Idris alkhaulani], ia mendengar [Khudzaifah Ibnul yaman] mengatakan; Orang-orang bertanya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam tentang kebaikan sedang aku bertanya beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan aku terkena keburukan itu sendiri. Maka aku bertanya 'Hai Rasulullah, dahulu kami dalam kejahiliyahan dan keburukan, lantas Allah membawa kebaikan ini, maka apakah setelah kebaikan ini ada keburukan lagi? Nabi menjawab 'Tentu'. Saya bertanya 'Apakah sesudah keburukan itu ada kebaikan lagi? 'Tentu' Jawab beliau, dan ketika itu ada kotoran, kekurangan dan perselisihan. Saya bertanya 'Apa yang anda maksud kotoran, kekurangan dan perselisihan itu? Nabi menjawab 'Yaitu sebuah kaum yang menanamkan pedoman bukan dengan pedomanku, engkau kenal mereka namun pada saat yang sama engkau juga mengingkarinya. Saya bertanya 'Adakah setelah kebaikan itu ada keburukan? Nabi menjawab 'O iya,,,,, ketika itu ada penyeru-penyeru menuju pintu jahannam, siapa yang memenuhi seruan mereka, mereka akan menghempaskan orang itu ke pintu-pintu itu. Aku bertanya 'Ya Rasulullah, tolong beritahukanlah kami tentang ciri-ciri mereka! Nabi menjawab; Mereka adalah seperti kulit kita ini, juga berbicara dengan bahasa kita. Saya bertanya 'Lantas apa yang anda perintahkan kepada kami ketika kami menemui hari-hari seperti itu? Nabi menjawab; Hendaklah kamu selalu bersama jamaah muslimin dan imam mereka! Aku bertanya; kalau tidak ada jamaah muslimin dan imam bagaimana? Nabi menjawab; hendaklah kau jauhi seluruh firqah (kelompok-kelompok) itu, sekalipun kau gigit akar-akar pohon hingga kematian merenggutmu kamu harus tetap seperti itu.

Hadits #7

وَقَالَ سَالِمٌ قَالَ ابْنُ عُمَرَ ثُمَّ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي النَّاسِ فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ ذَكَرَ الدَّجَّالَ فَقَالَ إِنِّي أُنْذِرُكُمُوهُ وَمَا مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا قَدْ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ لَقَدْ أَنْذَرَهُ نُوحٌ قَوْمَهُ وَلَكِنْ سَأَقُولُ لَكُمْ فِيهِ قَوْلًا لَمْ يَقُلْهُ نَبِيٌّ لِقَوْمِهِ تَعْلَمُونَ أَنَّهُ أَعْوَرُ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ
روه البخاري, كتاب الفتن, باب ذِكْرِ الدَّجَّالِ ‏


Dan (masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya) [Salim] berkata, [Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma] berkata; "Kemudian Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berdiri di hadapan manusia, lalu memuji Allah yang Dia satu-satunya yang paling berhak dipuji kemudian Beliau menyebutkan masalah ad-Dajjal dan bersabda:
"Sungguh aku mengingatkan kalian tentangnya dan tidak ada seorang Nabi pun kecuali telah mengingatkan kaumnya tentang Dajjal itu. Sungguh Nabi Nuh 'Alaihissalam telah mengingatkan kaumnya. Akan tetapi aku katakan kepada kalian tentangnya yang para Nabi (sebelumku) belum pernah mengatakannya, yaitu bahwa ad-Dajjal itu a'war (buta sebelah matanya) dan sesungguhnya Allah tidaklah buta sebelah".
(H.R. Bukhari, Kitaabul-Fitaan, Bab Dzikrid-Dajjaal)



Hadits #8


حَدَّثَنَا ابْنُ بُكَيْرٍ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ يُونُسَ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ نَافِعٍ، مَوْلَى أَبِي قَتَادَةَ الأَنْصَارِيِّ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا نَزَلَ ابْنُ مَرْيَمَ فِيكُمْ وَإِمَامُكُمْ مِنْكُمْ ‏"‏‏.‏ تَابَعَهُ عُقَيْلٌ وَالأَوْزَاعِيُّ‏.‏
روه البخاري, كتاب أحاديث الأنبياء, باب نُزُولُ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ عليهما السلام ‏


Artinya: Telah bercerita kepada kami [Ibnu Bukair] telah bercerita kepada kami [Al Laits] dari [Yunus] dari [Ibnu Syihab] dari [Nafi', maula Abu Qatadah Al Anshariy] bahwa [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Bagaimana sikap kalian jika 'Isa bin Maryam 'alahis salam turun di tengah-tengah kalian dan menjadi imam kalian?". 
Hadits ini dikuatkan jalur periwayatannya oleh ['Uqail] dan [Al Awza'iy].

(H.R. Bukhari, Kitaabul-Ahaadiitsil-Anbiyaa, Baabu Nuzuulu 'Iisabnu Maryama 'alaihimas-salaam)


Hadits #9



حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا ابْنُ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَتَحَ اللَّهُ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلَ هَذَا وَعَقَدَ بِيَدِهِ تِسْعِينَ
روه البخاري, كتاب أحاديث الأنبياء, باب بَابُ قِصَّةِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ ‏

Artinya: Telah bercerita kepada kami [Muslim bin Ibrahim] telah bercerita kepada kami [Wuhaib] telah bercerita kepada kami [Ibnu Thawus] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Allah membuka benteng Ya'juj dan Ma'juj seperti ini". Beliau mengilustrasikannya dengan tangan Beliau yang maksudnya sembilan puluh.
(H.R. BukhariKitaabul-Ahaadiitsil-Anbiyaa, Baabu Qishshoti Ya-juuja wa ma-juuja)

Hadits #10


حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا ‏"‏ ‏.‏
روه مسلم, كتاب اللباس والزينة, باب النِّسَاءِ الْكَاسِيَاتِ الْعَارِيَاتِ الْمَائِلاَتِ الْمُمِيلاَتِ

Artinya: Telah menceritakan kepadaku [Zuhair bin Harb]; Telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Suhail] dari [Bapaknya] dari [Abu Hurairah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Ada dua golongan penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat. 
(1) Kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, yang dipergunakannya untuk memukul orang. 
(2) Wanita-wanita berpakaian, tetapi sama juga dengan bertelanjang (karena pakaiannya terlalu minim, terlalu tipis atau tembus pandang, terlalu ketat, atau pakaian yang merangsang pria karena sebagian auratnya terbuka), berjalan dengan berlenggok-lenggok, mudah dirayu atau suka merayu, rambut mereka (disasak) bagaikan punuk unta. Wanita-wanita tersebut tidak dapat masuk surga, bahkan tidak dapat mencium bau surga. Padahal bau surga itu dapat tercium dari begini dan begini."
(H.R. Muslim, Kitaabul-Libaasi waz-ziinati, Baabun-nisaa-ilkaasiyaatil-'aariyaatil-maa-ilaatil-mumiilaati)


Hadits #11


وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ، - وَهُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْقَارِيُّ - عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الْمَالُ وَيَفِيضَ حَتَّى يَخْرُجَ الرَّجُلُ بِزَكَاةِ مَالِهِ فَلاَ يَجِدُ أَحَدًا يَقْبَلُهَا مِنْهُ وَحَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا ‏"‏ ‏.‏
روه مسلم, كتاب الزكاة, باب التَّرْغِيبِ فِي الصَّدَقَةِ قَبْلَ أَنْ لاَ يُوجَدَ مَنْ يَقْبَلُهَا ‏‏

Artinya: Dan Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Abdurrahman Al Qari] dari [Suhail] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Tidak akan terjadi hari kiamat, sebelum harta kekayaan telah tertumpuk dan melimpah ruah, hingga seorang laki-laki pergi ke mana-mana sambil membawa harta zakatnya, tetapi dia tidak mendapatkan seorang pun yang bersedia menerima zakatnya itu. Dan sehingga tanah Arab menjadi subur Makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai."
(H.R. Muslim, Kitaabuz-zakaah, Baabut-Targhiibi fishshodaqoti qobla an laayuujada man yaqbalahaa)

2 komentar: