Senin, 26 Desember 2016

Kasih Sayang Rasulullah saw terhadap Hewan-hewan

Hadhrat H. Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad r.a. beliau menuliskan:

Beliau memperingatkan kaum beliau terhadap kekejaman terhadap hewan dan memperingatkan agar memperlakukan hewan-hewan dengan baik. Beliau seringkali menceritakan contoh mengenai seorang wanita Yahudi yang dihukum oleh Allah Taala karena membiarkan kucingnya mati kelaparan. Juga beliau sering menceritakan ihwal seorang wanita yang melihat anjing kehausan dekat sebuah perigi yang dalam. Ia menanggalkan sepatunya dan dipakainya untuk mengambil air. Air itu diberikan kepada anjing yang kehausan itu. Amal saleh itu menarik pengampunan Ilahi atas semua dosa yang dilakukannya di masa lampau.

Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan: “Tengah kami berada dalam perjalanan bersama Rasulullah saw., kami melihat dua ekor anak merpati dalam sarang dan kami menangkap dua ekor burung itu. Kedua burung itu masih kecil. Ketika induknya datang kesarangnya dan tidak didapatinya anak-anaknya, ia terbang kian-kemari dengan sangat gelisah. Ketika Rasulullah saw. datang ke tempat itu, beliau melihat merpati itu dan bersabda, “Jika salah seorang dari antara kamu telah menangkap anak-anaknya, ia harus segera melepaskannya biar si induk jadi tenang” (Abu Daud).

Abdullah bin Mas’ud menceritakan juga bahwa sekali peristiwa mereka melihat sebuah sarang semut dan setelah mengumpulkan daun-daun kering di atasnya, daun-daun itu dibakarnya. Atas perbuatan itu mereka disesali oleh Rasulullah saw. Sekali peristiwa Rasulullah saw. melihat seekor keledai yang sedang dicap bakar di mukanya. Beliau menanyakan bahwa orang-orang Romawi berbuat serupa itu untuk menandai dan mengenal binatang-binatang trah mereka. Rasulullah saw. bersabda bahwa karena muka itu bagian badan yang sangat peka, maka binatang itu tidak boleh diberi cap bakar di mukanya dan jika pun hal itu perlu dilakukan, membakarnya harus pada pahanya saja (Abu daud dan Tirmidhi).

Sejak itu kaum Muslim senantiasa menandai binatang-binatangnya pada pahanya dan dengan meniru perbuatan Muslim itu orang-orang Eropa juga berbuat demikian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar