Senin, 26 Desember 2016

Sejarah Rasulullah saw Bagian 45

Surat kepada Pemimpin Bahrain


Rasulullah saw. mengirim juga sepucuk surat kepada Mundzir Taimi, pemimpin Bahrain. Surat itu dibawa oleh ‘Ala ibn Hadrami. Surat aslinya telah hilang. Ketika surat itu tiba di tangan pemimpin itu, ia beriman dan membalas surat Rasulullah saw. dengan pernyataan bahwa ia dan beberapa sahabat dan pengikutnya telah mengambil keputusan untuk masuk Islam. Dikatakannya juga bahwa ada beberapa orang Yahudi dan Majusi tinggal di daerahnya. Apakah yang harus diperbuat olehnya dengan mereka?

Rasulullah saw. mengirimkan lagi sepucuk surat kepada pemimpin itu demikian :

Aku gembira atas kesediaan Anda menerima Islam. Kewajiban Anda ialah taat kepada delegasi-delegasi dan ututsan-utusan yang akan kukirimkan kepada Anda. Siapa taat kepada mereka, ia taat kepadaku. Utusanku yang menyampaikan suratku kepada Anda, memuji-muji Anda dan menyatakan kepadaku kelurusan agama Anda. Aku telah mendoa kepada Tuhan untuk kaum Anda. Maka berusahalah untuk mengajarkan kepada mereka cara-cara dan amalan-amalan Islam. Lindungi harta benda mereka. Janganlah mereka dibiarkan beristrikan lebih dari empat. Dosa-dosa yang lampau telah dimaafkan. Selama Anda baik dan saleh, Anda akan terus-menerus memerintah kaum Anda. Mengenai orang-orang Yahudi dan Majusi, mereka hanya diwajibkan membayar pajak, maka janganlah diminta dari mereka lebih daripada itu. Mengenai rakyat jelata, mereka yang tak punya tanah yang cukup untuk kehidupan mereka, hendaknya diberi empat dirham seorang dan sedikit pakaian untuk mereka pakai (Zurqani dan Khamis).

Rasulullah saw. berkirim surat juga kepada Raja Uman, pemimpin suku Yamama, Raja Ghassan, pemimpin suku Nahd, suatu suku Yaman, pemimpin suku Hamdan, suku lain lagi dari Yaman. Pemimpin suku Bani Alim dan pemimpin suku Hadhrami. Kebanyakan dari mereka masuk Islam.

Surat-surat itu menunjukkan betapa sempurnanya keimanan Rasulullah saw. kepada Tuhan. Pula, dari awal sudah jelas bahwa Rasulullah saw. yakin telah diutus oleh Tuhan bukan kepada kaum atau wilayah tertentu, tetapi untuk semua bangsa di seluruh dunia. Benar surat-surat itu diterima oleh si alamat dengan cara bermacam-macam. Beberapa di antaranya segera menerima Islam. Beberapa lainnya memperlakukan surat-surat itu dengan penghargaan, meski tidak menerima Islam. Lainnya lagi menyambutnya dengan penghormatan yang biasa-biasa. Ada juga yang memperlihatkan penghinaan dan kesombongan. Akan tetapi, memang benar pula, dan sejarah menjadi saksi atas kenyataan ini bahwa si penerima surat-surat itu, atau kaum mereka mengalami nasib yang sesuai dengan perlakuan mereka terhadap surat itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar