Siti Khadijah ra. adalah istri beliau yang pertama dan telah mengadakan pengorbanan-pengorbanan besar untuk kepentingan beliau. Ia jauh lebih tua daripada Rasulullah saw. Sesudah ia wafat, beliau menikah dengan wanita-wanita yang lebih muda, tetapi tidak pernah kenang-kenangan kepada Khadijah ra. itu menjadi luntur. Bila saja salah seorang dari sahabat-sahabat Khadijah berkunjung kepada beliau, beliau biasa berdiri menyambutnya (Muslim). Jika beliau kebetulan melihat sesuatu yang dahulu menjadi milik atau ada kaitan dengan Khadijah ra., hati beliau senantiasa terusik oleh rasa sendu.
Di antara tawanan-tawanan yang ditangkap oleh kaum Muslimin dalam Perang Badar ada seorang mantu Rasulullah saw. Ia tak punya apa-apa untuk dibayarkan sebagai penebus kemerdekaannya. Istrinya yang bernama Zainab (puteri Rasulullah saw.) mengirimkan ke Medinah seuntai kalung perhiasan yang asalnya milik ibunya (Khadijah ra.) dan menyerahkannya sebagai penebus suaminya. Ketika Rasulullah saw. melihat kalung itu, beliau mengenalnya kembali dan beliau bukan buatan terharunya. Beliau bersabda kepada para sahabat, “Aku tidak berhak memberi petunjuk mengenai hal ini, tetapi aku tahu bahwa kalung ini dicintai oleh Zainab sebagai tanda kenang-kenangan kepada ibunya yang telah wafat. Maka, jika hal itu ada artinya untuk kalian, aku ingin menganjurkan supaya Zainab tidak kehilangan barang ini dan barang ini dikembalikan kepadanya.” Mereka semua menegaskan bahwa tidak ada kesenangan yang lebih besar daripada itu dan bersedia menerima anjuran beliau (Halbiyya, jilid 2).
Beliau sering memuji-muji Khadijah di hadapan istri-istri beliau lainnya dan menekankan kebaikannya dan pengorbanannya untuk kepentingan Islam. Pada suatu peristiwa semacam itu Aisyah ra. merasa iri hati dan berkata, “Ya Rasulullah, mengapa selalu membicarakan wanita tua itu? Tuhan telah menganugerahkan istri-istri yang lebih baik, lebih muda dan lebih menarik kepada Anda.” Rasulullah saw. tersinggung perasaannya mendengar kata-kata itu dan menukas, “Tidak, Aisyah! Kau tidak tahu betapa besar kebaikan Khadijah kepadaku (Bukhari).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar