Senin, 26 Desember 2016

Keberanian dan Kewiraan Rasulullah saw

Hadhrat H. Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad r.a. beliau menuliskan:

Beberapa contoh mengenai keberanian dan kewiraan beliau telah diceritakan dalam bagian riwayat hidup beliau. Cukuplah kiranya di sini mengemukakan sebuah contoh. Pada suatu ketika, di Medinah tersebar desas-desus bahwa orang-orang Romawi sedang menyiapkan kesatuan laskar yang besar untuk mengadakan pendudukan. Pada masa itu orang-orang Muslim selalu berjaga-jaga malam. Pada suatu malam suara gaduh datang dari arah padang pasir. Orang-orang Muslim berlari-lari keluar rumah mereka dan beberapa dari antara mereka berkumpul di mesjid dan menunggu kedatangan Rasulullah saw. untuk mendapat perintah menghadapi segala kemungkinan. Segera mereka melihat Rasulullah saw. datang berkuda, kembali dari arah suara-suara itu. Kemudian mereka mengetahui bahwa pada saat awal sekali suara tanda bahaya terdengar, Rasulullah saw. telah menaiki kuda dan menuju arah datangnya suara itu untuk menyelidiki apa ada alasan kekhawatiran itu. Beliau tidak menunggu orang-orang berkumpul untuk dapat berangkat bersama-sama. Ketika beliau kembali, beliau menjelaskan kepada para sahabat bahwa tidak ada alasan untuk khawatir dan bahwa mereka dapat pulang kerumah masing-masing dan tidur lagi (Bukhari, Bab Syuja’ah fil Harb).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar